serabi notosuman-oleholeh khas solo

Serabi Notosuman Ny. Lidia: Oleh-oleh Wajib Khas Kota Solo

Oleh-oleh Khas Kota Solo – Kalau ngobrolin Oleh-oleh di jaman Now bakal bingung nih. Beberapa saat yang lalu, tepatnya tahun 2017, Indonesia sedang dilanda virus kekinian tentang kue bikinan artis yang sedang menjamur di beberapa kota-kota Besar di Indonesia. Segenap artis berbondong-bondong memanfaatkan momen tersebut. Kue Kekinian tersebut didapuk sebagai oleh-oleh khas beberapa kota.

serabi notosuman-oleholeh khas solo

Terkadang Kue kekinian itu belum mencerminkan ke-khas-an Kota yang dibawa. Sayang banget ya? Kalau saya sih emang bukan kids jaman now ya :D, Jadinya, ketika melakukan travelling ke beberapa kota, saya lebih memilih membawa oleh-oleh jaman old yang sudah terjamin kualitasnya, dan intinya lebih membumi dan berbaur dengan sejarah dan kultur khas kota tersebut.

Seperti beberapa waktu yang lalu, sekitar Minggu kedua, Bulan Januari. Saya dan suami berlibur ke Kota terbesar kedua di Jawa tengah. Lebih tepatnya tidak sengaja untuk berlibur. Saya sedang mengunjungi sepupu saya untuk menerima undangan keluarga di Solo, membantu proses khitbah sepupu saya.

Kesempatan banget dong! haha, buat wisata kuliner dan menelusuri sudut kota Solo. Kota Solo atau biasa juga disebut dengan Kota Surakarta merupakan Kota yang sarat akan Sejarah. Terlihat dari tata kota, masyarakat, serta kuliner yang tersaji di Kota ini. Begitu kental dengan suasana tradisional dan n-jawa-ni (belum tahu padanan kata yang tepat).

Salah satu oleh-oleh khas Kota Solo yang legendaris adalah Serabi Notosuman. Serabi Notosuman sendiri mempunyai sejarah panjang dalam pengukuhan menjadi Oleh-oleh khas Kota Solo. Serabi Notosuman sendiri melegenda sudah sejak 1923. Saya belum direncanakan untuk lahir :D.Wow, MasyaAlloh ya.. Benar-benarΒ  membuktikan bahwa jajan satu ini pantas untuk dicoba!.

Sejarah

Serabi dengan brand ‘Notosuman’ ini berdiri sejak 1923, dari tangan ulet pasangan Hoo Geng Hok & Tan Giok Lan. Berawal dari resep kue Apemnya yang terkenal akan rasanya yang endeus. Kedua pasangan ini banyak mendapatkan pesanan. Notosuman sendiri merupakan nama branding yang berasal dari nama jalan dimana tempat serabi ini dijual. Meskipun nama jalan yang dahulu bernama Jalan Notosuman ini telah berubah menjadi Jalan Muh. Yamin.

Resep Serabi Notosuman pun diwariskan kepada generasi keturunannya. Terdapat duaΒ  Brand yatu Serabi Notosuman Ny. Lidia, dan Serabi Notosuman Ny. Handayani. Kedua outlet Brand Serabi ini pun berdekatan. Kali ini, saya hanya mempunyai kesempatan mencicipi Serabi Notosuman milik Ny Lidia, yang berkardus Warna hijau.

Penampakan

Dengan box berbentuk persegi yang berwana hijau. Ketika membuka kardus tersebut, Serabi ini berbentuk gulungan memanjang yang dibungkus daun pisang tiap potongannya. Satu Kardus tersebut berisi 10 potong serabi. Serabi Notosuman tidak seperti serabi biasanya yang cara menikmatinya dengan kuah, ini lah yang membedakan serabi notosuman dengan serabi dari daerah indonesia yang lain. Serabi Notosuman ini dapat langsung dinikmati dengan langsung memakannya.

 

Rasa

Soal rasa, Serabi Notosuman Ny. Lidia ini hanya terdapat dua jenis rasa, yaitu original, dan coklat. Saya waktu itu memilih yang satu kardus berisi dua jenis rasa yaitu 5 buah rasa coklat, dan 5 buah rasa Original. Sang Pemilik pernah ditanya tentang mengapa tidak berinovasi dengan berbagai macam rasa? Pemilik mengatakan Ia hanya ingin mempertahankan keaslian resep, dan tanpa mengubah rasa asli serabi itu sendiri.

Tahu gak? Rasa serabi ini endol surendol, guys. Karena proses memasak menggunakan api tungku, menjadikan ada sensasi smoky yang enak. Gigitan pertama, kita bisa merasakan kelembutan adonan serabi ini. Untuk rasa original, Santan kental gurih nan lumer sangat terasa di sepotong serabi. Rasa manis pun tidak terlalu mendominasi. Surga Dunia lah pokoknya. Bagi kamu yang kurang terlalu suka jenis makanan manis, serabi ini tergolong enak untuk dinikmati dan tidak bikin eneg.

Sayangnya, Serabi ini hanya bisa dinikmati dengan kadaluarsa yang singkat. Wajar Serabi terbukti tidak memakai bahan pengawet selain gula. Dan pastinya serabi ini bakal selalu fresh from wajan kecil dan baru, karena Serabi Notosuman Ny. Lidia ini selalu memproduksi tiap hari hingga terakhir pembuatan pukul 12.00 siang. Ingat ya, serabi ini hanya tahan di luar lemari pendingin hanya satu hari saja.

Saran dari saya, segera habiskan atau tidak sama sekali. Menyimpan di lemari pendingin bukan pilihan baik bagi jajanan satu ini, karena hanya membuat tekstur serabi ini berubah meskipun nantinya kamu berpikiran dikukus kembali, sayangnya bakal merusak bentuk asli serabi notosuman sendiri.

Harga

Soal harga jujur saya lupa :D. tapi dari informasi dari internet diketahui harga serabi notosuman ini berkisar antara 2200-3000 per pcs. termasuk jajanan murah kan?

 

Lokasi

Lokasi Serabi Notosuman Ny Lidia ini berada di kios Jalan Muh Yamin 28, Solo. Kios ini memiliki fasilitas parkir cukup luas untuk 3-4 mobil dan juga sepeda motor. Di bagian depan terdapat dapur terbuka yang menunjukkan proses memasak serabi. Terlihat jelas wajan-wajan kecil yang mencetak adonan serabi di atas tungku. Bau sedap menyeruak ketika kalian berada di halaman parkir. Tempat kios ini juga sangat bersih. Oh, iya.. ada photo booth sederhana berupa kursi kayu dengan ukiran khas dibarengi dengan backdrop Serabi Notosuman, Ny Lidia, Solo.

serabi notosuman
Spot Foto di depan Toko Serabi Notosuman Ny. Lidia

Jadi, Jangan sampai lupa ya, kalau ke Solo wajib mampir ke toko Serabi Notosuman Ny. Lidia ini. Gak bakalan rugi pastinya, selain itu kita juga berkontibusi melestarikan kuliner indonesia, bukan?

 

P.S. Beberapa Gambar serabi saya hilang, cuma tersisa beberapa selfie gak jelas.. hiks..

Pipi Tembem Martabak Bunder,

 

39 thoughts on “Serabi Notosuman Ny. Lidia: Oleh-oleh Wajib Khas Kota Solo

  1. Mbaaa.. foto serabinya manah? Penasaraaan..
    Btw cucok banget nulis review kuliner mb. Yg baca jadi ikut membayangkan.. sayangnya.. merasakan lezatnya juga cuman dalam bayangan πŸ˜‚

    1. hilang mbak faiq, πŸ˜€
      alhamdulillah, moga ke depannya bisa nulis riview jajan tanpa membuat jarum timbangan miring ke kanan hehehe

    1. Selalu jadi favorit mbak! Laf. Beda merk dan inovasi, mbak ipop, tapi sama satu resep turun temurun dr nenekmoyang πŸ™‚

  2. Waah makanan.. btw saya belum pernah datang ke Solo otomatis belum kunjungan ke Serabi Notosuman Ny. Lidia tapiii temenku asli Solo pernah kasih Serabi Notosuman Ny. Lidia inii, dan apa? Serabi Notosuman Ny. Lidia jadi makin rindu…

    1. Alhasil kudu periksa timbangan mbak.. hehehe

      Emang ga bikin eneg ya mbak jadinya berapapun langsung lep lep ga ngerasa berdosa hehehe

  3. SERABIIIII!!! Jajanan favorit aku niiih. Kadang suka lupa diri kalau makan serabi bisa habis lebih dari 10 sendirian. Hehehe. Kebetulan ayahku mau reunian teman sekolahnya dulu di daerah Semarang dan Solo. Nanti titip beliin ah biar nggak penasaran sama rasanya.

  4. Kampung halaman suami ini. Tiap kali mudik ke solo, kita pasti mampir ke notosuman. Tp jrg beli utk oleh2 krn ga tahan lamanya itu. Jd lbh suka makan lgs :D. Dan aku setuju, utkku yg biasanya ga terlalu suka manis, rasa serabi ini enak! Manisnya pas ga bikin eneg.

    1. yes, orang Asli SOLO ga heran tau serabi legendaris ini mbak, btw aku juga pengen ke sana lagi nyobain tengkleng yang katany legendaris jugaaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *