Memori Random 2017, Welcome 2018!: Menulis Lagi

Tahun 2017 merupakan tahun ‘nano-nano’ bagi saya pribadi. Banyak peristiwa yang terjadi dan memberikan warna baru dalam kehidupan saya dan suami. Dalam tahun 2017-lah, saya memulai kembali untuk menulis. Belajar blogging ‘kembali’ dan melakukan hal-hal baru yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Tahun 2017 juga merupakan awal kehidupan saya ketika memutuskan untuk hijrah ke Kota asal suami. Ah yaa, alhamdulillah… tahun 2017 banyak hal yang harus saya syukuri.

Bagaikan roller coaster namanya kehidupan ada naik turunnya. memutuskan untuk kembali berjibaku dengan kebiasaan menulis, juga menyerah untuk menulis karena merasa ‘mediocre‘, jatuhnya lebih tidak percaya diri apa yang telah saya tulis. jadinya blog berdebu dan banyak sarang laba-laba *sigh*. Well, daripada bingung, di awal tahun saya sempat mempunyai keinginan yang kuat untuk memperbaiki hijrah menulis saya. dan di sinilah saya bakal menceritakan satu persatu peristiwa paling berkesan di tahun 2017 baik itu positif maupun negatif secara random. Selama Bulan Januari di 2018 ini, saya bakal random menceritakan peristiwa bermakna di tahun kemarin. ini Rubik pertama saya di taun 2018. Saya tahu peristiwa di kehiduan saya tidak begitu spesial bahkan cenderung tidak penting. Akan tetapi tidak ada salahnya kembali mencoba membiasakan diri untuk belajar kontinyu dalam mengisi blog ini. 🙂

Memulai Menulis Kembali

Saya berkeinginan untuk menulis kembali seperti halnya dahulu. Waktu itu satu-satunya platform menulis yang ada dalam pikiran saya adalah blog. Saya sempat mempunyai blog dua kali, blog pertama saya khas anak SMA berisi curahan hati galau bin alay yang sekarang kalau dibuka tidak layak baca. Tidak berbeda jauh dari blog pertama, blog kedua saya juga berisi hal-hal tentang kehidupan perkuliahan dan beberapa idealisme yang sampai sekarang masih saya genggam erat. Setelah mendiskusikannya dengan suami beliau menyambut baik keinginan saya. November 2016, saya membuat blog di wordpress dengan domain gratis Martabak Bunder.

Platform sudah dibuat, sayangnya sifat moody menyerang saya hingga Awal April 2017 saya tertarik untuk mengikuti salah satu lomba blogger dan berusaha memaksakan diri untuk menulis. JENG! JENG! Saya kagok gaya penulisan saya berubah 100%. Alhamdulillah postingan pertama di blog itu mendapatkan bingkisan kecil dari penyelenggara lomba blog.

Baca juga: Surat Cinta Buat Fatimah

Bingkisan kecil nan wangi itu memberi sedikit letupan semangat bahwa saya masih bisa menulis! ketika itu saya sering melakukan blog walking ke beberapa blogger hits di indonesia maupun di luar negeri. Dari sana saya mengenal beberapa komunitas blogger seperti KEB dan Blogger Perempuan ataupun yang lokal seperti Blogger Jember Sueger. Saya sangat berkeinginan menjadi salah satu member dari komunitas tersebut. Saya berpikir, kalau sendiri sepertinya penyakit kumatan saya bakal sering balik, tapi ketika kita berkomunitas pasti banyak orang satu pemikiran yang bakal memberi semangat untuk terus dalam koridor. Keinginan itu pun belum terlaksana hingga menjelang akhir tahun. T.T

Hingga menjelang pertengahan Agustus saya belum terpacu untuk menelorkan satu artikel pun untuk di posting, padahal draf yang saya buat sudah lebih dari sepuluh artikel! tobat! Kenapa? Saya terlalu minder akut. Akhir Agustus saya memutuskan memposting salah satu artikel tentang tips jualan online,

Baca juga: 7 Tips Jualan Online di Instagram bagi Pemula

Setelahnya saya mendapat banyak respon dari sesama rekan blogger. terharuu T.T ada letupan semangat lagi. dan turun kembali ketika memasuki bulan September. Subhanalloh…ini apa atuh?

Moody saya harus benar-benar harus dibunuh secara perlahan. Bulan Sepetember saya sempat mengikuti Freelance Writing Workshop, tapi akhirnya sama saja!. Rasa minder, tidak percaya diri dan melihat peserta lain maju sangat pesat dan melihat diri sendiri dengan draft tulisan yang menurut standar saya adalah B alias biasa, membuat saya sedikit menjauh kembali. Jujur, pemateri dan konten acara workshop yang digawangi founder The Jannah Institute, mbak Prita, menurut saya, Masya Alloh acaranya sangat luar biasa. Follow up setelah acara pun benar-benar beliau maintain dengan sangat apik. Dan beberapa peserta malah sudah jauh melejit seperti menelorkan buku antologi, blog pribadi dan menjadi content writer di beberapa portal. Sayangnya, Saya sendiri yang merasa apa ya? minder banget.. tulisan saya tidak ada yang sebaik mereka. EYD berantakan, tema yang remeh, bahkan kalimat yang membingungkan. Beberapakali saya berjanji kepada mbak prita untuk mengirimkan draft review UKM, acara,dan review produk. Sayangnya, hingga sampai detik ini saya menulis di sini. Hal itu belum terlaksana. Akhirnya terngiang kata-kata mbak Prita.

“Jika kamu merasa down dan berhenti dalam menulis, ingat kembali niat awal kamu memulai untuk menulis”

dan sayang menangis. cengeng!

Suntikan semangat dari suami pun tak berhenti sayaterima. hadiah rumah baru untuk blog saya beliau berikan secara cuma-cuma dan tanpa sepengetahuan saya.

Baca juga: Hello World!

Hal ini pernah saya utarakan ke suami. Beliau dengan gampang berkata

“Ya udahlah nulis apa aja dulu, gak usa mikirin tetek bengeknya, penting nulis-nulis, dan nulis!”

Akhirnya mumpung bertepatan dengan berakhirnya 2017, saya mempunyai keinginan bahwa tahun depan blog ini tidak bakalan kosong lagi insyaAlloh… horeee-lalu backsound tepuk tangan meriah. Saya berjanji lebih giat dalam merawat blog ini. Menulis dahulu baru mencari manfaatnya kemudian. Awal tahun pun disambut kabar gembira dari mbak Prita, beliau bakal membuka Executive Blogging Class, bulan februari nanti. So, pasti saya bakal mengikutinya. Bismillah doakan terus ya pembaca. Lalu, inti dari tulisan ini apa? Saya berpikir bahwa jangan minderan kaya saya, jangan mikir kelamaan tentang pikiran orang yang lain yang belum tentu benar. Kalau tidak dimulai lagi untuk menulis, kapan lagi? Menulis itu sendiri bakal berkembang nantinya. Gak usah merasa rendah diri berlebihan, mewek lagi kapan nulisnya?hahaha ayook, nulis, nulis dan menulis!

kalau kata sahabat Rasul ‘Ali bin Abi Thalib

Ikatlah ilmu dengan tulisan.

Yah, akhirnya tahun 2018 saya bakal kembali meluruskan niat saya untuk apa saya dahulu memulai menulis 🙂

kalau kamu? Sudah menulis hari ini?

 

love,

 

3 thoughts on “Memori Random 2017, Welcome 2018!: Menulis Lagi

  1. Hari ini udah nulis belum ya? Udah sih, nulis status, hahaha.
    Yuk ah semangat sama-sama, hempaskaaan rasa tidak percaya diri dan minderan itu. Yang di sini juga lagi berjuang buat bisa konsisten menulis. Betul itu kata suaminya, yang penting nulis nulis nulis. Prakteknya? Susah bok! 😂😂😂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *